Senin, 22 Juni 2009

Venezuela Larang Minuman Coke Zero

 Namun tidak dijelaskan apa yang menyebabkan Coke Zero berbahaya bagi kesehatan konsumen



VIVAnews - Minuman kemasan ringan "Coke Zero" produksi Coca-Cola kini jadi barang terlarang di Venezuela. Pasalnya, minuman bersoda minim kalori itu dianggap membahayakan kesehatan konsumen.

Demikian menurut Menteri Kesehatan Venezuela, Jesus Mantilla, seperi yang ditutip di laman stasiun televisi Selandia Baru, TVNZ, Kamis 11 Juni 2009. Pelarangan itu mengikuti kebijakan nasionalisasi atas perusahaan asing dan peningkatan pengawasan bisnis di Venezuela.

Dengan kebijakan itu, menurut Mantilla, minuman Coke Zero tidak boleh lagi dijual dan harus ditarik dari semua toko di negaranya. "Produk itu harus ditarik dari sirkulasi demi menjaga kesehatan rakyat Venezuela," kata Mantilla yang dipublikasikan oleh kantor berita Venezuela.

Namun, Mantilla tidak menjelaskan apa yang menyebabkan Coke Zero, yang mengandung pemanis buatan, berbahaya bagi kesehatan. Padahal minuman soda itu baru diluncurkan pada April lalu.

Sementara itu belum ada tanggapan dari Coca-Cola mengenai pelarangan Coke Zero di Venezuela. Bukan kali ini saja Venezuela bermasalah dengan bisnis dari Amerika Serikat (AS).

Tahun ini, pemerintah juga menyita sebuah pabrik beras dan pasta milik perusahaan asal AS, Cargill. Selain itu pemerintahan presiden Hugo Chavez juga mengancam akan melontarkan aksi yang sama kepada perusahaan obat AS, Pfizer.

Sebelumnya, Venezuela juga telah menasionalisasi sejumlah perusahaan minyak swasta, termasuk proyek-proyek milik Williams Companies dan Exterran dari Amerika.
READ MORE - Venezuela Larang Minuman Coke Zero

Kamis, 02 April 2009

China Tolak Perusahaan Softdrink Coca Cola


Inilah penjelasan dari negeri Tirai bambu tentang penolakan terhadap dominasi Coca-cola. Wakil Menteri Keuangan China Li Yong mengatakan, China tetap terbuka bagi investor asing yang ingin menanamkan modal di negaranya, dan tidak berkeinginan melakukan proteksionisme perdagangan.

“China tetap menganut kebijakan terbuka bagi investor asing dan menolak segala bentuk proteksionisme perdagangan. Kebijakan tersebut tetap berlaku hingga kini,” kata Li Yong, dalam keterangan pers, di Beijing, belum lama ini.

Terkait adanya penolakan atas rencana Coca-Cola yang ingin mengakuisisi produsen jus nasional dengan proteksionisme perdagangan, menurut Li, adalah dua hal berbeda. Ditegaskan bahwa penolakan atas rencana akuisisi Coca Cola terhadap produsen jus nasional China, adalah bukan merupakan bentuk proteksionisme perdagangan. Tapi sebagai upaya untuk menciptakan suatu mekanisme perdagangan pasar yang adil.

“Penolakan terhadap rencana akuisisi Coca Cola dengan proteksionisme perdagangan adalah dua hal yang sangat berbeda,” tegasnya. Menurut Li, China masih terbuka bagi investor asing. Buktinya, banyak perusahaan asing yang menanamkan modalnya di China.

“Di China banyak Kentucky Fried Chicken, McDonald’s, serta Carrefour. Itu menunjukkan bahwa kebijakan soal investasi asing di sini tidak berubah dan siapapun bisa melakukannya,” katanya. Kementerian Perdagangan China menolak rencana Coca-cola untuk mengakuisisi produsen jus nasional Huiyuan dengan alasan bisa merusakkan persaingan. Ternyata Coca-cola Ingin menguasai pasaran di china juga ya?
READ MORE - China Tolak Perusahaan Softdrink Coca Cola

Minggu, 12 Februari 2006

Tropi Piala Dunia FIFA – yang akan mampir ke Jakarta tanggal 6 Maret 2006 Mendatang

Mendapat Sambutan Sangat Meriah di Amerika Latin.

Jakarta, 12 Februari 2006 – Sekitar tiga minggu lagi kaum muda Jakarta akan berkesempatan melihat langsung dari jarak dekat Tropi Piala Dunia FIFA – simbol kedigdayaan sepakbola dunia dan salah satu ikon olah raga paling dikenal di dunia – yang mulai tanggal 20 Januari 2006 lalu hingga 20 Februrari 2006 sedang berada di benua Amerika dan berkeliling mulai dari Brazil, Argentina, Ekuador, Kolombia, Paraguai, Costa Rica, Mexico, Trinidad Tobago hingga Amerika Serikat. Di negara-negara Amerika latin yang memiliki fanatisme luar biasa terhadap sepakbola, Tropi Piala  Dunia ini disambut oleh berbagai kalangan mulai pejabat negara, tokoh sepakbola, kontestan ratu kecantikan dunia hingga masyarakat penggemar bola secara luas. Puluhan ribu fans sepak bola di Amerika Latin bangga bisa menyaksikan dari jarak dekap Tropi Piala Dunia FIFA yang senantiasa menjadi idaman untuk dibawa pulang oleh tim sepakbola nasional negara manapun.
Dalam tur keliling dunia yang merupakan hasil kerjasama FIFA dan Coca-Cola ini, tropi tersebut tidak hanya diajak keliling ke negara-negara yang memiliki tim sepak bola nasional dengan prestasi dunia, namun juga dibawa ke negara-negara yang tim nasional sepakbolanya bahkan belum pernah lolos ke Final Piala Dunia FIFA.
“Coca-Cola merasa banyak penggemar bola di Indonesia akan sangat tertarik untuk bisa melihat secara langsung dari jarak dekat Tropi yang belum pernah singgah di negara kita ini. Semoga kegiatan ini bisa lebih memacu lagi semangat Indonesia untuk lebih berprestasi di persepakbolaan dunia,” kata Titie Sadarini, Corporate Affairs Director, PT Coca-Cola Indonesia.
Di Amerika Serikat, untuk pertama kalinya, Tropi Piala Dunia FIFA akan dipamerkan di Universal Studios, Hollywood, Amerika Serikat, minggu depan. Pameran ini akan menjadi suatu hal yang yang unik bagi para penggemar Sepak Bola di negeri Paman Sam tersebut.
Tur Piala Dunia FIFA yang disponsori oleh Coca-Cola telah sukses membawa kegembiraan dengan keunikannya masing-masing di  benua Afrika dan Amerika. Tropi Piala Dunia FIFA ini memulai perjalanan keliling dunianya dari Accra, Ghana pada tanggal 6 Januari lalu dimana acaranya dibuka langsung oleh Presiden Ghana, John
Kufuor. Di Dar-Es-Salaam, Tanzania, cuaca yang panas juga tidak menghentikan ribuan penggemar sepak bola untuk datang melihat wujud asli dari Piala tersebut.
Pada tanggal 20 Januari lalu sekurangnya 100,000 penggemar sepak bola di Rio De Janeiro, Brazil  datang ke Pantai Copacabana untuk memeriahkan kedatangan Tropi Piala Dunia ini. Di Sao Paulo, para penggemar menikmati konser musik gratis sehari setelah Tropi Piala Dunia dipamerkan.
Disamping juga mengunjungi Argentina setelah Brazil, Piala Dunia FIFA dipamerkan di Ecuador dimana para penggemar dari segala segmen umur melihat Piala Dunia di pusat kota Quito yang ramai didekorasi oleh warna-warna bendera Ecuador; kuning, biru dan merah. Dan di Bogota ibukota dari Kolombia, kedatangan Piala Dunia memberikan inspirasi tim nasional negara ini untuk kembali berprestasi di ajang pertandingan sepak bola dunia
Tropi Piala Dunia FIFA telah singgah di Ecuador, Colombia, Paraguay, dan di Costa Rica dimana Piala tersebut dipamerkan dari jam 8 Pagi hingga jam 11 Malam.  Bila dilihat dari rute yang telah diambil, Piala hasil renovasi karya Silvio Gazzaniga ini tidak hanya dibawa kenegara-negara yang terkenal dengan sepak bolanya, tetapi juga melalui negara-negara dimana sepak bola tidak terlalu populer.
Para penggemar Sepak Bola di Indonesia tak lama lagi juga bisa bergembira dan berbangga karena kurang dari sebulan lagi Trofi Piala Dunia FIFA akan hadir di Jakarta, tepatnya pada pada 6 Maret mendatang.
“Untuk pameran Piala Dunia yang akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 6 Maret nanti, Coca-Cola Indonesia tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk memberikan persembahan yang mungkin hanya bisa dialami sekali seumur hidup oleh masyarakat Indonesia,” ujar Titie Sadarini. “Kami sangat bangga dapat menghadirkan kegembiraan langka ini bagi konsumen kami di Indonesia, yang juga merupakan refleksi komitmen kami dalam membawa kemeriahan  sepak bola di negeri ini.”
Acara melihat secara langsung Tropi Piala Dunia FIFA tanggal 6 Maret mendatang dikemas dalam sebuah kegiatan yang penuh kemeriahan dimana pengunjung yang telah mendapatkan tiket berkesempatan melihat berbagai atraksi hiburan, turut serta dalam aneka games, menonton film 3D (tiga dimensi) tentang Trofi Piala Dunia FIFA dan terakhir berkesempatan untuk dipotret bersama Tropi Piala Dunia FIFA.
“Bagi masyarakat di luar Jakarta yang tidak sempat melihat langsung Tropi Piala Dunia FIFA, akan bisa melihat melalui siaran langsung TV7 yang akan mempertunjukkan tropi ini pada program khusus pada tanggal 5 Maret pukul 5-6 sore”, kata Titie.
Tur Tropi Piala Dunia FIFA sendiri dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih 120 hari dan akan berakhir di Roma, Italia pada tanggal 10 April mendatang. Coca-Cola telah menjadi sponsor resmi Piala Dunia sejak tahun 1978. Informasi lengkap tentang FIFA
World Cup Trophy Tour by Coca-Cola dapat diakses melalui www.coca-cola.com, www.fifa.com dan www.fifaworldcup.yahoo.com,

Tentang Coca-Cola
Coca-Cola adalah produk minuman terkemuka di dunia yang digemari ratusan juta konsumen. Saat ini Coca-Cola diproduksi di lebih dari 200 negara dan teritorial di dunia. Coca-Cola masuk ke Indonesia sejak 1927 dan diproduksi pertama kalinya pada tahun 1932. Saat ini, Coca-Cola diproduksi di 11 pabrik pembotolan di Indonesia. Saat ini, tema kampanye komunikasi Coca-Cola adalah, “Segarnya Mantap itu Coca-Cola”.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: Ratri Wuryandari
National Corporate Affairs Manager
Coca-Cola Bottling Indonesia
Tel. (021) 8832 2222
Faks. (021) 8833 0121
Email: ratri.wuryandari@sea.ccamatil.com
Arif Mujahidin
Media Relations Manager
Coca-Cola Indonesia
Tel. (021) 5798 8200
Faks. (021) 574 0561
Email: amujahidin@apac.ko.com
READ MORE - Tropi Piala Dunia FIFA – yang akan mampir ke Jakarta tanggal 6 Maret 2006 Mendatang