Tampilkan postingan dengan label cocacola diboykot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cocacola diboykot. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2009

Pesan Anti-Islam di Balik Logo Coca Cola?


KAIRO (SuaraMedia) – The Coca Cola Company dan produk-produknya banyak menuai kritik oleh berbagai sumber atas bermacam-macam alasan termasuk efek negatif produk-produk tersebut terhadap kesehatan, lingkungan, penggunaan pestisida dalam jumlah yang besar dalam produk-produknya, praktek eksploitasi buruh dan masih banyak alasan lagi. Tidak sedikit dari alasan-alasan tersebut yang membawa perusahaan tersebut menghadapi tuntutan hukum dan menciptakan kontroversi.
Satu kontroversi lagi terdapat pada logo produk Coca Cola. Bacalah logo tersebut dalam cermin atau terbalik, dalam tulisan Arab, apa yang anda dapat? Sumber dari sebuah kampanye di Mesir menuduh minuman ringan terbesar tersebut atas menyinggung Islam karena logo yang terkenal tersebut terlihat mengatakan: “No to Mohamed. No to Mecca” (Tidak untuk Muhammad. Tidak untuk Mekkah).
Pejabat lokal Coca-Cola mengatakan bahwa kampanye tersebut bermula dari internet pada Januari. Pada bulan lalu, banyak selebaran didistribusikan di masjid-masjid dan sekolah-sekolah, mengajak para pelanggan untuk memboikot minuman ringan tersebut atas dasar bahwa minuman tersebut menghancurkan agama mereka.
Maulana Kalbe Jawwad, seorang kepala keagamaan Shias, mengatakan: “Hal ini merupakan penghinaan terhadap Tuhan. Kami akan meminta Muslim di negara ini dan seluruh dunia untuk memboikot produk tersebut sampai perusahaan tersebut menarik kata-kata yang menyinggung tersebut.
Maulana mengatakan bahwa ia akan meminta semua praktisi Muslim untuk menyebarkan pesan tentangn logo “yang sangat menyinggung tersebut”.
Menguatkan pendirian Maulana, S.R. Azmi Nadvi, sarjana Bahasa Arab dan kepala sekolah dari Nadwa College yang terkenal di Lucknow, mengatakan bahwa kata-kata tersebut “berlawanan dengan agama kita”. “Saya telah melihatnya (logo tersebut) dan saya yakin bahwa logo tersebut emncemarkan yang dianggap suci,” ia menambahkan.
Ia mengatakan masalah tersebut sekarang akan dibawa kepada Dewan Hukum Personal Muslim dan Liga Dunia Arab Islam di Mekkah.
Selama lebih dari beberapa hari, logo Coca-Cola tersebut telah menjadi buah bibir seluruh kota. Botol-botol diperiksa dengan seksama seperti belum pernah melihat botol tersebut sebelumnya. Tetapi sekarang Coca-Cola, yang mengatakan bahwa “minuman tersebut dinikmati oleh lebih dari satu milyar Muslim”, melawan balik. Digelisahkan oleh kemungkinan perlawanan balik dari yang dirasa menghina, minuman tersebut berunding dengan satu dari tokoh-tokoh keagamaan yang paling senior Mesir, Sheikh Nasser Farid Wassel, yang menempatkan logo berumur 114 tahun tersebut sebelum sebuah panel para ahli keagamaan.
“Merek dagang tersebut tidak dirubah sejak logo tersebut didesain sampai sekarang,” datanglah balasannya. “Logo tersebut ditulis dalam bahasa asing dan tidak dalam bahasa Arab, dan hal ini membuktikan bahwa merek dagang tersebut tidak melukai Islam atau umat Muslim secara langsung ataupun tidak langsung.”Kontroversi anti-Islam dalam logo Coca Cola
Sheikh Nasser mendesak mereka yang berada di balik rumor tersebut untuk “takut Tuhan” karena “tulisan tersebut mendesak Muslim untuk menyebarkan rumor-rumor tidak adil… tanpa mempunyai sebuah bukti legal bahwa mereka benar.” Ia menambahkan bahwa semua tanggung jawab untuk kampanye tersebut membahayakan pekerjaan dari ribuan warga Mesir yan bekerja pada perusahaan Coca-Cola lokal.
Coca-Cola telah melengkapi staf penjualannya dengan salinan dari putusan sheikh untuk menunjukkan perhatiannya kepada para pelanggan.
Tetapi manajer urusan luar perusahaan tersebut, Mahmoud Hamdy, mengatakan bahwa sejauh ini penjualan tidak terpengaruh. Ahmed Abdul Aziz, seorang pekerja konstruksi yang minum Coca-Cola dua atau tiga botol per hari, memegang botol minuman tersebut di depan cermin sebuah sepeda motor yang diparkir. “benar bahwa anda dapat melihatnya,” ia mengatakan. “Tetapi saya tidak akan menyerahkannya sekarang. Saya telah meminumnya bertahun-tahun tanpa masalah.” Dua tahun yang lalu, sebuah kampanye yang sama ditujukan terhadap Fanta, menuduhnya mengatakan “No to Allah” (Tidak pada Allah). Protes tersebut berakhir setelah beberapa minggu.
Rumor Coca-Cola bertepatan dengan sebuah kampanye yang jauh lebih serius terhadap sebuah novel oleh penulis Syria, Haidar Haidar, menyebut Feast dor Seaweed, dimana satu karakter menggambarkan Tuhan sebagai seorang “artis yang gagal”.
Walaupun buku tersebut pertama kali diterbitkan pada 1983, sebuah harian Islam memulai serangan proaktif bulan lalu, menuduh novel tersebut atas penghinaan terhadap Tuhan dan menggambarkan buku tersebut sebagai sebuah penghinaan kepada Muslim lebih buruk dari pada kekalahan Arab oleh Israel pada 1967, sebuah hal yang memalukan bahwa hanya dapat dihapus “oleh darah”.
Harian tersebut juga memberikan nama-nama dan alamat-alamat dari pejabat-pejabat Kementrian Budaya Mesir, yang mencetak ulang buku tersebut, dari apa yang banyak dilihat sebagai penghasutan untuk pembunuhan. Pada 8 Mei, siswa-siswa religius melakukan kerusuhan terhadap atas buku tersebut dalam protes terburuk selama bertahun-tahun.
Coca Cola juga merupakan salah satu produk milik Yahudi yang beberapa waktu lalu juga mendapat pemboikotan global seputar serangan Israel di Jalur Gaza yang menewaskan ribuan orang. (ppt/fa/pl/wp) Dikutip oleh SuaraMedia.com
READ MORE - Pesan Anti-Islam di Balik Logo Coca Cola?

Coca Cola Malaysia Ketar Ketir Diboykot


Perusahaan minuman ringan Coca Cola menyatakan kekhawatirannya atas seruan boikot terhadap produk minuman tersebut dan produk-produk AS lainnya yang dilakukan oleh organisasi-organisasi Muslim di Malaysia, menyusul serangan brutal Israel ke Jalur Gaza.

Pihak Coca Cola mengatakan, seruan boikot itu bisa mengganggu perekonomian Malaysia dan warga negeri Jiran itu sendiri. "Seperti semua orang, kami sangat prihatin dengan situasi kemanusiaan di Timur Tengah," kata Kadri Taib, humas dan direktur komunikasi perusahaan Coca Cola Malaysia dalam pernyataannya.

"Karena bisnis kami yang bersifat lokal, kami yakin seruan boikot terhadap produk-produk kami bukan cara yang tepat, karena yang akan paling terpukul adalah perekonomian, bisnis dan warga lokal sendiri," ujarnya.

Dalam pernyataannya, Taib mengatakan bahwa Coca Cola Malaysia mempekerjakan sekitar 1.700 warga Malaysia dan 60 persen dari pegawainya adalah Muslim.

Organisasi-organisasi Muslim di Malaysia menyerukan boikot terhadap produk-produk AS, termasuk Coca Cola dan franchise kedai kopi Starbucks dalam aksi protes yang mereka gelar hari ini di Masjid Nasional di Kuala Lumpur.

Seruan boikot itu disambut oleh Asosiasi Konsumen Islam Malaysia dan Asosiasi Pengelola Restoran Muslim Malaysia. Mereka tidak lagi menyediakan minuman Coca Cola dalam menu di restoran-restoran mereka yang jumlahnya ribuan.

"Kami berharap konsumen Muslim secara penuh ikut serta mengirimkan pesan yang kuat pada Israel dan sekutu-sekutunya agar tidak terus menerus menganiaya umat Islam," demikian pernyataan Asosisasi Konsumen di Malaysia.

Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohammad juga menyerukan boikot secara luas produk-produk AS dan mata uang dollar sebagai bentuk protes atas dukungan AS pada Israel. "Mereka tidak akan mati jika tidak menggunakan produk AS," kata Mahathir yang ikut berunjuk rasa bersama 5.000 warga Malaysia di depan kedubes AS.

"Saya berharap Starbucks dan McDonald's tidak beroperasi lagi di sini," tandas Mahathir yang juga menyerukan agar negara-negara Arab menghentikan pasokan minyaknya ke AS.

Seruan boikot produk AS pro Zionis juga dilontarkan dalam aksi massa di Italia. "Kita tidak bisa tinggal diam melihat apa yang terjadi di Gaza. Kami sudah mempertimbangkan untuk membuat daftar pengusaha yang memiliki kaitan dengan Tel Aviv, karena masyarakat tidak banyak tahu siapa saja mereka," kata Giancarlo Desiderati, anggota lembaga perdangan di Italia.

Sayangnya, di Indonesia gerakan boikot ini belum menggema. Para pengusaha dan tokoh-tokoh di Indonesia belum ada yang berani secara terbuka menyerukan boikot terhadap produk-produk AS pendukung Zionis Israel. (ln/MK)
READ MORE - Coca Cola Malaysia Ketar Ketir Diboykot

Minggu, 13 September 2009

Kenapa Coca-Cola Harus Diboikot?


Bukan rahasia lagi, bahwa Israel adalah negara Yahudi yang paling memusuhi kaum muslim, kebencian dan pembantaian mereka terhadap wanita dan anak-anak Palestina menjadi bukti kesekian dari kebiadaban negara ini. Karena itu, cara satu-satunya untuk menghentikan kekejaman Israel adalah dengan menghapus negara ini dari peta dunia.

Berjihad melawan kekejaman mereka tentunya merupakan jalan utama untuk membebaskan Palestina, tetapi, ada hal lain yang perlu dilakukan oleh mereka yang masih tertinggal, yaitu membantu para mujahidin, dan mengganggu kepentingan-kepentingan musuh, termasuk kepentingan-kepentingan perusahaan-perusahaan yang terus mensupply pendanaan untuk pengadaan logistik dan mesin-mesin perang mereka. Karena itu, boikot adalah salah satu cara dari banyak jalan lainnya.

Lalu, kenapa Coca-Cola?

Pertama, tanpa Coca-Cola, kita tidak akan mati kelaparan. Kedua, dengan membeli Coca-Cola, sama saja artinya kita mensponsori kelaparan dan pembantaian saudara-saudara kita sendiri di Palestina dan banyak negeri lainnya.

PRODUK & PERUSAHAAN YANG TERAFILIASI:

Coca-Cola                                                      
Dr Pepper (Schweppes-lihat di bawah)  
Fanta                                                                 
Fruitopia                                                    
Kia Ora                                                        
Lilt                                                                     
Sprite                                                                 
Sunkist                                                          

Schweppes                                                   

(Sebagai catatan, bahwa Coca-Cola tidak memiliki Cadbury-Schwepps company tetapi baru saja menerima merk-merk minuman ringannya di sekitar 100 negara tidak termasuk AS, Perancis, Afrika Selatan, Belgia, Norwegia, Spanyol, Swis, Belanda dan Jerman. Misalnya, di Inggris Dr Pepper (Schweppes) adalah Coca-Cola, sedangkan di Amerika Serikat tidak demikian, perhatikan kalengnya.)

*DAFTAR PRODUK LENGKAP lihat [9] di bawah

Hubungan antara Coca-Cola dan Zionist Israel :

Sejak 1966 Coca-Cola telah menjadi pendukung tetap Israel.[4]

Pada 1997 Misi Ekonomi Pemerintah Israel memberi penghargaan kepada Cocal-Cola pada Makan Malam Penghargaan Perdagangan Israel (the Israel Trade Award Dinner) atas keberlangsungan dukungan Coca-Cola selama 30 tahun terakhir dan penolakan untuk mematuhi kampanye boikot Israel Liga Arab. [1]

[ Sebaliknya, Pepsi mematuhi seruan boikot Israel Liga Arab ini sampai Mei 1991, tapi setelah 1992 Pepsi juga berdagang di Israel - lihat [2] ]

Pada tahun 2001 Kantor Pusat Coca-Cola Dunia (the Coca-Cola World Headquarters) menjadi tuan rumah dan sponsor utama Gala Penghargaan Kamar Dagang Amerika-Israel (the American-Israel Chamber of Commerce Awards Gala).[5].

Telah terungkap bahwa Coca-Cola Israel mensponsori program-program pelatihan untuk pekerja-pekerjanya termasuk dalam subjek konflik Arab-Israel. Isi kursus tersebut dibuat oleh sebuah perusahaan yang didanai oleh Agensi Yahudi dan pemerintah Israel.[6]

Pada Februari 2002, Coca-Cola bergabung dengan "Friends of Israel" (Sahabat Israel) dan National Hillel untuk menjadi co-sponser atas sebuah kuliah dengan pembicara seorang koresponden zionist Linda Gradstein di University of Minnesota.[3]

Pada Juli 2002, diumumkan bahwa Coca-Cola membangun gedung baru di tanah yang dirampas dari bangsa Palestina di Kiryat Gat, sebagai balasan atas milyaran insentif dari pemerintah Israel.[7]

Pada Oktober 2005, Coca-Cola meningkatkan investasinya di Israel dengan membeli 51 persen saham Tavor Winery.[11]

Info tambahan & Rujukan :

[1] The Southern Shofar -- the Jewish newspaper of Alabama

http://www.bham.net/shofar/1997/0697/nbriefs.html

Coca-Cola honored by Israel in Atlanta

The American Israel Chamber of Commerce and the Government of Israel Economic Mission honored Coca-Cola and chairman Roberto Goizueta at the Israel Trade Award Dinner in Atlanta on May 29. Goizueta has worked for Coca-Cola since 1954, transferring to the Atlanta headquarters in 1964. In 1980 he was elected president and chief operating officer.

Coca-Cola has served the Israeli market for 30 years, refusing to abide by the Arab League economic boycott of Israel. For decades, this cost Coca-Cola the opportunity to sell its products in Arab countries.


[2] http://www.snopes2.com/cokelore/israel.htm

Prior to 1992, Pepsi had backed the other horse, choosing to service the lucrative Coke-less Arab markets in the boycott days. For its decision to stay out of Israel (and thus itself avoid being placed on the Arab League's blacklist), Pepsi faced continued criticism in the United States. In certain circles it was considered politically incorrect to be seen drinking Pepsi.

The Anti-Defamation League of the B'nai B'rith investigated claims that Pepsi was participating in the boycott of Israel. U.S. law prohibited American companies from taking part in this boycott, but the law was vague, and outright violations were hard to pin down. Nothing ever came of the investigations, and Pepsi was never placed on the American government's list of violators.


[3] On Tuesday February 19th 2002, Coca-Cola helped through a partnership with the University of Minnesota, fund a pro-Israel propaganda lecture given by Linda Gradstein. The event was cosponsored by zionist organizations like Friends of Israel, and National Hillel.

* Click here to see the leaflet for the event

* Electronic Intifada have recently exposed Linda Gradstein for taking payments from zionist organizations whilst claiming to be the impartial Middle-east Correspondent for National Public Radio(NPR). Read the full story:
http://electronicintifada.net/actionitems/020219gradstein.html


[4] http://www.israel-mfa.gov.il/mfa/go.asp?MFAH00ul0

The Israeli government website (Ministry of Foreign Affairs) in its timeline of key events in Israels history lists only six events for the year 1966. One of the six acknowledges Coca-Cola's support for the zionist state:

"Coca Cola announces its plans to open a plant to produce Coca Cola in Israel, despite the Arab boycott"


[5] http://www.rdu-yok-meg.org.il/HereAndNow/Newsletter/newsletter.htm

On October 11th 2001, Coca-Cola World Headquarters hosted the American-Israel Chamber of Commerce Eagle Star Awards Gala in which “Israeli Company of the Year”, “Israeli Technology of the Year”, etc awards were given out by Israel’s Economic Minister to North America. The Coca-Cola Company was also the Platinum sponser of the whole event.


[6] http://www.meitar.org.il/news/news.htm

Coca-Cola Israel is sponsering training programmes for its workers from the immigrant communities, especially from the former Soviet Union, who have not been brought up in the zionist "culture" and who "often have difficulty integrating". The subject matter of the program includes the Israeli-Arab conflict. The workers attend weekly meetings where participants have to read and analyze texts. The organisation running the program, Meitar, is also funded by the Jewish Agency, and the Israeli Ministries of Education and Absorption.


[7] Coca Cola to build plant on stolen Palestinian land

Coca-Cola, in return for millions of dollars in tax breaks from the Israeli government, is to build a new plant in Israel on land stolen from the Palestinians. The new plant will employ 700 israelis.

The land in question is Qiryat (Kiryat) Gat. Intel is already facing possible legal problems for building its chip plant on the same stolen land. The Kiryat Gat industrial park is built on the lands of the village of Iraq Al Manshiya whose residents were ethnically cleansed in 1949 in contravention of International law.

For full information please see::

* http://www.inminds.co.uk/boycott-news-0226.html

Original story appeared in Ha'aretz(19-July-2002)


[8] It has been reported on the internet that Coca-Cola has launched a grotesque advert in Israel depicting the Dome of the Rock with a Coke logo. For more information on this HOAX advert please see:

* http://www.inminds.co.uk/boycott-news-0080.html


[9] COCA-COLA FULL BRAND LIST:

A&W-Ko, Ambasa, Andifrut, Andina Nectar, Aqua, Aquarius, Aqvaris

Bacardi Mixers, Barq's, Beat, Beverly, Bibo, Bimbo, Bimbo Break, Bistrone, Bjare, Bolt, Bonaqa, Bonaqua/Qa, Bonaqa Plus, Bori Bori, Bright And Early, Burn

caffeine free Coca-Cola, caffeine free Coke Light/diet Coke, Cafielle, Canada Dry-Ko, Canning's, Cappy, Caprice, Chinotto, Ciel, Citra, Charrua, Cherry Coke, Chinotto Light, Chivalry, Chotto Kaoru, Chuhai, Coca Ii, Coca-Cola, Cocoteen, Cool From Nestea, Cresta-Ko, Cristal, Crush-Ko, Crystal

Dasani Water, Delaware Punch, diet A&W-Ko, diet Andina Nectar/Andina Nectar Lt, diet Barq's, diet Canada Dry-Ko, diet Charrua, diet Cherry Coke, diet Coke/Coca-Cola Light, diet Cool From Nestea, diet Crush-Ko, diet Dr Pepper-Ko, diet Fanta, diet Hi-C, diet Hi Spot-Ko, diet Inca Kola, diet Kia Ora-Ko, diet Krest, diet Lift, diet Lilt, diet Minute Maid Soft Drink, diet Mello Yello, diet Mr Pibb, diet Nestea, diet Oasis-Ko, diet Schweppes-Ko, diet Sport-Ko, diet Sprite/Sprite Light, diet Squirt-Ko, diet Tai, Drim, Dr Pepper-Ko

Emblem, Eva

Fanta, Fanta Bitter, Fanta Still, Finley, Fioravanti, Five Alive, Frazer & Neave, Fresca, Frescolita, Frisco, Fruitia, Fruitopia, Fruitopia Tea, Fruit Tree, Frugos, Fruktime

Georgia, Georgia Club, Gini-Ko, Gold Spot, Grand Blue, Grapette

Hachimittu, Hawai, Hi-C, Hires-Ko, Hi Spot-Ko, Hit, Horizon, Huang

Ice Mountain, Inca Kola, Itu

Jet Tonic, Jinmeile, Jozuni Yasai, Judor

Kapo, Kia Ora-Ko, Kin, Kinley, Kochakaden, Koumi Soukai, Krest, Kuat, Kuat Light, Kuli, Kyun

Lactia, Leafs, Lift, Lilt, Limca, Limonade

Master Chill, Master Pour, Maaza, Meijin, Meisuimeguri, Mello, Mello Yello, Mer, Mezzo, Migoro-Nomigoro, Minaqua, Minuano, Minute Maid, Minute Maid Ades And Punches, Minute Maid Juice To Go, Minute Maid Premium Choice, Minute Maid Soft Drink, Mireille, Mr Pibb

Nagomi, Namthip Water, Nectarin, Nescafe, Nestea, Nevada, New Vegitabeta, Nihon Alps Mori No Mizudayori, Nordic Mist, Nusta

Oasis-Ko, Ok, Old Colony-Ko

Parle, Pepe Rico, Pion, Play, Poms, Powerade, Private Label, Pulp

Qoo, Quatro

Ramblin' Root Beer, Real Gold, Red Flash, Red Lion, Refresh Tea, Rimzim, Rosalta, Roses-Ko, Royal Tru

Samson, Santiba, Saryusaisai, Schweppes-Ko, Seasons, Seiryusabo, Seltz, Sensun, Sera, Shanhaiguan, Shikikurabe, Shpla, Simba, Smart, Sokenbicha, Solo-Ko, Sonfil, Soonsoo, Southern Sun, Sparletta, Sparletta Ginger Beer, Sparletta Iron Brew, Splash, Sport-Ko, Sprite, Spur-Ko, Squirt-Ko, Stoney Ginger Beer, Sunfill, Sunfilled, Sunkist-Ko, Sun Valley, Surge

Tab, Tab X-Tra, Tahitian Treat-Ko, Tai, Tasters Choice, Tian Yu Di, Tiky-Ko, Thums Up, Top, Toppur, Tropical - Tccc, Tuborg Squash, Tuborg Squash Light, Tutti-Ko

Urge

Variety Pack, Vegitabeta, Vital

Wink-Ko, Woorijip
[10] What else does Coca-Cola get up to?

Apart of its support for Israel what else does Coca-Cola get up to?

1. Double Standards - Coca-Cola Toxic in India

A Coca-Cola can bought in India is not the same as one bought in the US or UK - in India it will contain over 30 times the EU limit for pesticides and include banned substances blamed for birth defects and cancer.

http://www.inminds.co.uk/boycott-news-0422.html

2. Coca-Cola accused of killing workers in Colombia

Trade unions around the world have launched a boycott of Coca-Cola products, alleging that the company's locally owned bottlers in Colombia used illegal paramilitary death squads to intimidate, threaten and kill its workers

http://www.inminds.co.uk/boycott-news-0396.html

Still want to drink Coke?


[11] Coca-Cola increase investment in Israel

18 October 2005

Haaretz has reported that The Central Bottling Company (Coca-Cola Israel) has bought the 51 percent controlling interest in the Tavor Winery, furthering its ambition to have a holding in every sector of the beverages business.

Central Bottling Company confirmed the report, which brings the soft drinks company smack into the heady realm of wine making, though refused to be drawn on the price paid.

For years the Central Bottling Company had been looking for a medium-sized or big winery to buy and turn into a subsidiary.

Tavor Winery an Israeli company is based on occupied Palestinian land at the foot of Mount Tavor, overlooking the Sea of Galilee.

http://www.haaretz.com/hasen/spages/635442.html


Sumber: http://www.inminds.com/boycott-coca-cola.html
READ MORE - Kenapa Coca-Cola Harus Diboikot?

Kamis, 02 April 2009

China Tolak Perusahaan Softdrink Coca Cola


Inilah penjelasan dari negeri Tirai bambu tentang penolakan terhadap dominasi Coca-cola. Wakil Menteri Keuangan China Li Yong mengatakan, China tetap terbuka bagi investor asing yang ingin menanamkan modal di negaranya, dan tidak berkeinginan melakukan proteksionisme perdagangan.

“China tetap menganut kebijakan terbuka bagi investor asing dan menolak segala bentuk proteksionisme perdagangan. Kebijakan tersebut tetap berlaku hingga kini,” kata Li Yong, dalam keterangan pers, di Beijing, belum lama ini.

Terkait adanya penolakan atas rencana Coca-Cola yang ingin mengakuisisi produsen jus nasional dengan proteksionisme perdagangan, menurut Li, adalah dua hal berbeda. Ditegaskan bahwa penolakan atas rencana akuisisi Coca Cola terhadap produsen jus nasional China, adalah bukan merupakan bentuk proteksionisme perdagangan. Tapi sebagai upaya untuk menciptakan suatu mekanisme perdagangan pasar yang adil.

“Penolakan terhadap rencana akuisisi Coca Cola dengan proteksionisme perdagangan adalah dua hal yang sangat berbeda,” tegasnya. Menurut Li, China masih terbuka bagi investor asing. Buktinya, banyak perusahaan asing yang menanamkan modalnya di China.

“Di China banyak Kentucky Fried Chicken, McDonald’s, serta Carrefour. Itu menunjukkan bahwa kebijakan soal investasi asing di sini tidak berubah dan siapapun bisa melakukannya,” katanya. Kementerian Perdagangan China menolak rencana Coca-cola untuk mengakuisisi produsen jus nasional Huiyuan dengan alasan bisa merusakkan persaingan. Ternyata Coca-cola Ingin menguasai pasaran di china juga ya?
READ MORE - China Tolak Perusahaan Softdrink Coca Cola